SUKABUMI – Sebagai upaya membekali siswa dengan pengalaman lapangan yang nyata, Madrasah Aliyah (MA) Yaspi Cantayan sukses menyelenggarakan kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) bagi siswa kelas 11. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 16 hingga 18 Desember, bertempat di Desa Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.
Belajar Langsung dari Masyarakat
Program PKL ini dirancang khusus untuk mengenalkan siswa pada dinamika kehidupan bermasyarakat. Melalui kegiatan ini, siswa diajak keluar dari zona nyaman ruang kelas untuk berinteraksi langsung dengan warga dan memahami struktur sosial di pedesaan.
Salah satu agenda utama dalam PKL ini adalah survey kependudukan. Para siswa diterjunkan langsung untuk melakukan wawancara dengan masyarakat setempat serta melakukan kunjungan ke berbagai instansi pemerintah tingkat desa. Hal ini bertujuan agar siswa memahami tata kelola administrasi wilayah dan profil sosial ekonomi warga secara faktual.
Penguatan Mental dan Evaluasi Diri
Tak hanya teknis lapangan, para siswa juga dibekali dengan materi kemasyarakatan yang mendalam. Sesi evaluasi diri menjadi bagian penting dalam rangkaian acara ini, di mana setiap siswa diajak untuk merenungkan peran mereka sebagai bagian dari masyarakat dan bagaimana ilmu yang didapat di Yaspi Cantayan dapat diimplementasikan untuk kemaslahatan umat.
Antusiasme di Tengah Cuaca Dingin
Meskipun selama kegiatan berlangsung Desa Kadudampit diguyur hujan deras dan suhu udara yang cukup dingin, semangat para siswa kelas 11 tidak surut. Didampingi oleh para guru pendamping yang sigap, seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme.
“Hujan bukan penghalang, justru ini menjadi tantangan tersendiri bagi siswa untuk tetap profesional dan bertanggung jawab menjalankan tugas survey mereka. Kami ingin mereka belajar bahwa di masyarakat, tantangan akan selalu ada,” ujar Firmansyah Kepala MA Yaspi Cantayan.
Komitmen MA Yaspi Cantayan
Melalui kegiatan PKL ini, Yaspi Cantayan kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Dengan terjun langsung ke Desa Kadudampit, diharapkan muncul kesadaran baru bagi siswa tentang pentingnya pengabdian dan kemandirian.

