CANTAYAN, SUKABUMI – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan sekaligus memperingati Poe Basa Indung Sadunya (Hari Bahasa Ibu Internasional), Sekolah Karakter RA Azzahra Yaspi menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk “Munggahan Ngala Suuk” pada Selasa, 10 Februari 2026. Acara yang berlangsung di Kebon Sakola RA Azzahra ini menjadi momentum penting bagi para siswa untuk memanen hasil belajar mereka langsung dari alam.
Setelah tiga bulan lamanya para siswa belajar mencintai dan merawat tanaman, kini tiba waktunya bagi mereka untuk melakukan panen bersama. Kegiatan utama Ngala Suuk (memanen kacang tanah) merupakan hasil jerih payah para siswa yang telah menanamnya sejak tiga bulan sebelumnya. Aktivitas ini merupakan bentuk nyata pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang berorientasi pada kemandirian dan kearifan lokal.
Nuansa budaya Sunda terasa sangat kental dalam kegiatan ini. Sesuai dengan instruksi dress code, seluruh siswa dan tenaga pendidik mengenakan pakaian tradisional seperti Pangsi, Kebaya, atau busana bernuansa Sunda lainnya.
Rangkaian acara dirancang untuk memperkuat identitas lokal melalui:
- Mieling Poe Basa Indung: Penggunaan bahasa Sunda secara aktif, pengenalan kaulinan barudak (permainan tradisional), dan festival jajanan Sunda.
- Botram (Makan Bersama): Sebagai tradisi munggahan sebelum memasuki bulan Ramadan, anak-anak beserta guru melaksanakan makan bersama atau botram nasi liwet untuk memupuk rasa kebersamaan.
Kegiatan ini selaras dengan visi sekolah untuk membentuk generasi yang “Cinta Al-Qur’an, Sehat, Cerdas, Terampil, dan Berkarakter”. Melalui interaksi langsung dengan tanah dan hasil panen, siswa tidak hanya belajar tentang alam, tetapi juga mempraktikkan nilai-nilai kesabaran, kerja keras, dan rasa syukur.

