CANTAYAN, SUKABUMI – Kesedihan mendalam menyelimuti keluarga besar Yayasan Yaspi Cantayan. Pada Kamis, 4 Desember 2025, lembaga pendidikan yang dikenal sebagai “Rumah Ilmu” ini diuji oleh musibah besar. Lantai dua gedung yang selama ini difungsikan sebagai Masjid dan Aula dilaporkan roboh, mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur di sekitarnya.
Insiden ini tidak hanya merusak fasilitas ibadah, tetapi juga berdampak luas pada operasional kantor, tempat wudhu, hingga bangunan kelas yang tengah dalam tahap perintisan. Reruntuhan material kini menimbun sebagian sejarah dan harapan besar anak-anak didik di Yaspi Cantayan.
Dampak Kerusakan: Dari Pusat Spiritual hingga Ruang Belajar
Berdasarkan pendataan tim di lapangan pada 5 Desember 2025, musibah ini telah melumpuhkan aktivitas vital yayasan. Berikut adalah rincian dampak fisik dan fungsional yang menjadi prioritas perbaikan:
- Pusat Spiritual & Pertemuan: Robohnya atap seluas 180 m² dan dinding pembatas mengakibatkan hilangnya tempat ibadah utama dan ruang pertemuan santri.
- Keamanan Operasional: Reruntuhan material turut merusak atap serta plafon kantor Madrasah dan ruang kelas. Kondisi ini mengancam keselamatan guru serta menghambat proses administrasi sekolah.
- Fasilitas Sanitasi: Kerusakan pada tempat wudhu dan toilet masjid menyebabkan terhentinya pelayanan sanitasi yang layak bagi warga yayasan.
- Akses Mobilitas (Selasar): Runtuhnya atap selasar sepanjang 13,5 m dan area depan seluas 120 m² memutus akses perlindungan antar gedung, terutama saat cuaca buruk melanda.
- Kapasitas Belajar (Gedung 13×13 M): Bangunan yang sedang dirintis ini ikut terdampak parah dan memerlukan penyelesaian cepat agar bisa segera difungsikan sebagai ruang kelas pengganti.
Upaya Pemulihan dan Harapan
Pihak Yaspi Cantayan tengah berupaya melakukan langkah-langkah darurat untuk memastikan proses belajar mengajar tidak terhenti sepenuhnya. Namun, skala kerusakan yang luas memerlukan dukungan dari berbagai pihak untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Ini adalah ujian berat bagi kami di Yaspi Cantayan. Fokus utama kami saat ini adalah mengamankan lokasi agar tidak membahayakan santri, kemudian memulai langkah renovasi secara bertahap agar kegiatan ibadah dan belajar bisa kembali normal,” ungkap perwakilan pengurus yayasan.
Melalui berita ini, Yaspi Cantayan mengetuk pintu hati para alumni, orang tua siswa, serta para dermawan (muhsinin) untuk bersama-sama meringankan beban musibah ini. Bantuan berupa doa maupun dukungan materiil sangat berarti untuk membangun kembali harapan anak-anak didik di wilayah Cicantayan.

