CANTAYAN, SUKABUMI (5 Desember 2025) – Menindaklanjuti musibah robohnya gedung Masjid dan Aula lantai 2 yang berdampak langsung pada bangunan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Yaspi Cantayan, pihak yayasan langsung mengambil langkah taktis. Mulai hari ini, Jumat (5/12), telah dicanangkan program pembersihan dan sterilisasi area yang direncanakan berlangsung selama tiga hari ke depan.
Langkah cepat ini diambil untuk memastikan seluruh area pendidikan kembali aman dan bersih dari material yang membahayakan, mengingat area tersebut merupakan pusat aktivitas harian siswa.
Fokus Pembersihan dan Pembongkaran Area Rawan
Kegiatan yang dimulai sejak pagi tadi melibatkan pengurus yayasan dan tim teknis. Fokus utama dalam agenda tiga hari ini meliputi:
- Pembersihan Puing: Mengevakuasi reruntuhan material yang menutupi akses selasar dan fasilitas sanitasi.
- Pembongkaran Struktural: Meruntuhkan sisa dinding atau plafon yang menggantung dan berpotensi jatuh susulan guna menghindari kecelakaan di masa mendatang.
- Pengamanan Jalur: Memastikan akses menuju kantor dan ruang kelas MTs bersih dari sisa kaca atau benda tajam lainnya.
Beruntung, musibah ini terjadi tepat saat agenda Ujian Akhir Semester (UAS) telah dinyatakan selesai. Hal ini memudahkan pihak Madrasah dalam mengkondisikan para siswa.
Karena ruang kelas yang terdampak reruntuhan masih dalam proses pembersihan, aktivitas siswa kini dikendalikan secara fleksibel di luar kelas. Para siswa diberikan kegiatan edukasi luar ruangan (outdoor) dan pembinaan karakter sementara waktu, agar mereka tetap bisa beraktivitas dengan aman tanpa harus berada di dekat bangunan yang sedang diperbaiki.
“Kami menargetkan dalam tiga hari ini seluruh puing besar sudah terangkut dan area yang rawan telah kami bongkar total. Selesainya masa ujian sangat membantu kami dalam mengatur mobilitas siswa, sehingga mereka bisa kita arahkan ke area yang jauh lebih aman sementara proses evakuasi material berlangsung,” jelas pihak pengurus Yaspi Cantayan.
Yayasan terus menghimbau kepada seluruh warga madrasah, untuk tetap waspada dan tidak memasuki area yang telah dipasangi garis pembatas hingga proses sterilisasi dinyatakan selesai sepenuhnya.

