Donasi

Antisipasi Cuaca Ekstrem, Yaspi Cantayan Prioritaskan Pemasangan Atap Masjid dan Aula Lantai 2

CANTAYAN, SUKABUMI – Memasuki fase krusial pasca-musibah robohnya gedung pada awal Desember lalu, Yayasan Yaspi Cantayan bergerak cepat melakukan langkah preventif. Mulai Sabtu, 17 Januari 2026, tim konstruksi secara resmi memulai pengerjaan atap Masjid dan Aula di lantai 2 sebagai prioritas utama rehabilitasi tahap ini.

Keputusan untuk mendahulukan pemasangan atap lantai 2 bukan tanpa alasan. Mengingat saat ini tengah memasuki musim penghujan, perbaikan atap menjadi sangat mendesak demi menjaga fasilitas yang berada tepat di bawahnya.

Perlu diketahui, di bawah area Masjid dan Aula tersebut terdapat fasilitas vital yaitu Kantor Madrasah dan Laboratorium Madrasah Tsanawiyah (MTs). Dengan tertutupnya atap lantai 2, risiko kebocoran dan rembesan air hujan yang dapat merusak peralatan laboratorium serta dokumen penting di lantai 1 dapat diminimalisir.

Proses pengerjaan kali ini mengutamakan ketahanan dan keamanan struktur jangka panjang. Berikut adalah detail teknis pembangunan kembali atap Yaspi Cantayan:

  • Luas Atap: Mencakup area seluas 185 meter persegi.
  • Material Rangka: Menggunakan rangka baja ringan yang lebih efisien namun tetap kokoh menopang beban.
  • Material Penutup: Dipasang dengan atap spandek untuk memastikan daya tahan maksimal terhadap cuaca dan meminimalisir risiko roboh kembali.

Selain memperbaiki area yang terdampak musibah, pengerjaan ini juga mencakup penyelesaian atap pada bagian bangunan yang memang sedang dirintis sebelum musibah terjadi. Penggabungan perbaikan dan pembangunan baru ini diharapkan dapat mempercepat kembalinya fungsi Yaspi Cantayan secara utuh sebagai pusat pendidikan dan ibadah.

“Fokus kami adalah menutup bagian atas secepat mungkin. Kita berlomba dengan cuaca hujan agar air tidak rembes ke laboratorium dan kantor MTs di bawahnya. Mohon doa agar pemasangan rangka baja ringan seluas 185 meter ini berjalan lancar,” ujar perwakilan pengurus yayasan.

BACA LAINNYA

TERBARU